cara budidaya tanaman tomat

Advertisements

cara budidaya tanaman tomat dengan panen singkat

Tahapan dalam budidaya tanaman tomat meliputi:

  1. PEMILIHAN BENIH. Pilih buah tomat yang sehat atau tidak cacat yang akan di jadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan di jemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.
  2. PENYEMAIAN, dapat menggunakan polybag atau bedeng. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap di pindahkan sekitar 35 – 40 hari.
  3. PENGOLAHAN TANAH. Tanah dengan pH rendah (kurang dari 6) perlu di tambahkan dolomit atau kapur untuk menaikan pH-nya. Kemudian tanah di campur dengan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) untuk di bentuk menjadi bedeng, diam kan selama seminggu. Selanjutnya gunakan mulsa untuk menutupi bedeng dan diam kan kembali selama seminggu sebelum siap di tanami.
  4. Buat lubang tanam dengan melubangi mulsa dengan jarak teratur. Dalam satu bedeng terdapat dua lajur tanam. Selanjutnya pindahkan bibit tomat ke dalam lubang tanam.
  5. PEMELIHARAAN TANAMAN. Tanaman tomat cukup sensitif dan perlu perawatan yang intensif. Tanaman ini sangat rentan terhadap hama dan penyakit, terutama yang di tanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko kerusakan buah tomat masih tinggi sekitar 20 – 50%. Beberapa hal yang harus di lakukan dalam perawatan tanaman tomat, yaitu :
  • Penyulaman, di lakukan untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh.
  • Penyiangan, biasanya di lakukan 3 – 4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang di tutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam.
  • Pemangkasan, di lakukan setiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun harus segera agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemotongan ujung tanaman di lakukan setelah terlihat jumlah dompolan buah sekitar 5 – 7 buah.
  • Pemupukan tambahan, dengan menyemprotkan pupuk organik cair yang mempunyai kandungan kalium tinggi pada saat tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan bisa di lakukan setiap minggu. Untuk budidaya tomat non-organik, pada usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1 – 2 gram per tanaman. Kemudian setelah umur 2 – 3 minggu berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih dari 4 minggu tanaman masih terlihat kurang gizi, berikan urea dan KCl sebanyak 7 gram per tanaman. Perhatikan, pemberian urea dan KCl jangan sampai mengenai tanaman karena bisa melukai tanaman tersebut..
  • Penyiraman dan pengairan. Tanaman tomat tidak terlalu banyak membutuhkan air, namun jangan sampai kekurangan. Kelebihan air akan membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi menghambat fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan bisa menyebabkan pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan. Bila curah hujan cukup maka yang harus di perbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang di sekitar areat tanaman.
  • Pemasangan lenjeran atau ajir, bertujuan untuk mengikat tanaman agar tidak roboh.
  1. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT. Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Pengendalian hama dan penyakit dapat di lakukan dengan penyemprotan pestisida kimia atau hayati tergantung kebutuhan.
  2. PEMANENAN BUAH. Budidaya tomat baru bisa dipanen 60 – 100 hari setelah tanam, tergantung dari varietasnya. Tanaman tomat sudah di katakan siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering. Pemetikan hendaknya di lakukan di pagi atau sore hari karena pada siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Pada keadaan demikian penguapan sedang tingi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan bisa dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali.

Penulis : Mulyadi

Sumber: www.pertanian.go.id

baca selengkapnya : www.anggrekdendrobium.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Hi ada yang bisa dibantu??
Hi ada yang bisa dibantu?